Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 25 April 2016

By on April 25, 2016

Market Review Hari Ini – Emas melemah menjelang rapat kebijakan moneter The Fed yang akan di mulai besok selasa. Saat ini running emas pada sesi perdagangan Asia dikisaran 1230-an. Spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dibanding estimasi semula menjadi faktor utama yang membebani harga Emas. Suku bunga rendah cenderung mendongkrak kinerja Emas, karena pemegang logam mulia tidak mendapatkan imbal hasil sehingga sulit bersaing dengan investasi lain yang menawarkan yield ketika terjadi kenaikan biaya pinjaman.  The Fed sejauh ini masih diperkirakan tidak merubah suku bunga acuan pada rapat kebijakan moneter bulan April, namun para pelaku pasar mulai mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga pada bulan Juni mendatang, seiring data-data ekonomi yang menunjukkan perbaikan, seperti pada hari Selasa lalu, data jobless claims AS menurun ke level terendahnya dalam 4 dekade terakhir. Goldman Sachs mempertahankan pandangan bearishnya terhadap emas dan komoditas lainnya dan kembali menegaskan rekomendasinya untuk mengambil posisi short pada emas. Secara teknikal, jika sentiment negative kemungkinan emas akan kembali test support 1222 dan 1208. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan test resistance 1262 dan 1272.

Laporan mingguan dari Baker Hughes Inc menunjukkan jumlah rig yang aktif turun sebanyak 8 menjadi 343, dan telah berkurang dalam lima pekan beruntun. Produksi minyak AS terus menunjukkan penurunan, Energy Information Administration melaporkan jumlah produksi minyak pada pekan lalu sebesar 8,953 juta barel per hari, sementara level puncak yang dicapai pada April lalu sebesar 9,7 juta barel. Sementara itu menurut International Energy Agency, pasca pertemuan di Doha yang gagal membuahkan kesepakatan pembekuan produksi. IEA memperkirakan bahwa Arab Saudi dan Rusia akan kembali memproduksi minyak sebanyak mungkin untuk mencari pangsa pasar karena Negara Iran juga melakukan hal sama. Kondisi telah kembali seperti sebelum pertemuan Doha, di mana negara produsen dapat memproduksi apa yang mereka mau dan menjual pada harga apapun yang dapat diraih dan pasar menghadapi surplus sementara waktu ini, kata Neil Atkinson. Jika stok minyak kembali membanjiri pasokan global maka harga minyak akan kembali melemah. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak akan menguji support 42.40 dan support berikutnya 41.70. Jika sentiment positif, kemungkinan harga minyak akan menguji resistance 45.00 dan resistance berikutnya 45.70.

Yen melemah terhadap Dollar AS sebanyak hampir 2% menuju level terendah dalam 2-1/2 pekan terhadap dollar pada hari Jumat pasca laporan mengatakan bahwa Bank of Japan sedang mempertimbangkan untuk memperluas kebijakan suku bunga negatif miliknya hingga ke pinjaman perbankan dan dapat memangkas suku bunga lebih dalam lagi. BOJ dapat mempertimbangkan langkah baru jika memutuskan untuk memangkas suku bunga yang saat ini berada di level -0.1% yang berlaku pada cadangan modal sejumlah bank yang diparkir pada bank sentral, menurut laporan situs Bloomberg. Pertemuan kebijakan 2-harian BOJ selanjutnya akan berakhir pada tanggal 28 April.

Sterling menuju performa mingguan terbaik sejak awal Maret pada hari Jumat, terbantu oleh perubahan perolehan suara pada polling menjelang referendum keanggotaan Inggris di dalam Uni Eropa setelah Presiden AS Barack Obama juga ikut andil dalam debat tersebut. Sterling saat ini diperdagangkan menguat sekitar 0.50% terhadap dollar pada kisaran $1.4413 dan sebanyak 0.7% terhadap euro semenjak sesi pagi hari di London. Dari sebanyak 37% pada awal pekan ini, dukungan pada Brexit di bulan Juni turun menjadi 32% apda hari Juamt, menurut prediksi situs Betfair.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan open gap down di area 21379. Bursa Wall pada perdagangan jumat lalu berakhir variasi, Indeks S&P 500 berakhir menguat 0,01%.  Indeks Dow Jones menguat 0,12%. Indeks Nasdaq melemah 0,80%. Laporan laba yang mengecewakan dari perusahaan teknologi papan atas AS telah menghambat reli bursa saham Wall Street, mengikuti kinerja yang kurang mengesankan di bursa Asia maupun Eropa. Barometer Wall Street yang lebih luas, indeks S&P500, masih berada 2.2% dibawah level rekor tinggi bulan Mei lalu, meskipun telah melambung hampir 15 persen dari level terendah February, sebagian besar dipacu oleh harapan laporan earnings Q1 korporasi yang dapat membaik dibanding estimasi analis. Namun serangkaian laporan laba yang dirilis sejak Kamis, termasuk laporan laba Alphabet, salah satu anak perusahaan Google, dan laju laba Microsoft dan Starbucks direspon negatif, sehingga membebani sentimen para pelaku pasar di akhir pekan.

newss

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart XAUUSD timeframe 4 Jam terlihat formasi Channel Up, kemungkinan penurunan ke 1211

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mH4

askmisstrader

About askmisstrader

Jangan ragu untuk bergabung, berdiskusi dan berbincang bersama kami tentang dunia bisnis keuangan khususnya pialang berjangka. Akan ada banyak tips menarik dan analisa mendalam yang bukan sekadar curahan hati para trader tapi juga penuh dengan semangat untuk kemajuan.
Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty