Dollar Masih Menguat, Ditopang Lonjakan Yield Obligasi AS

By on November 14, 2016

Dollar AS menguat di awal perdagangan sesi Asia hari Senin, menyentuh level terkuat dalam sembilan bulan karena adanya potensi kenaikan inflasi yang lebih cepat di Amerika Serikat dan penerbitan obligasi yang lebih besar mempertahankan kenaikan yield Treasury, kedua sentimen tersebut telah melukai aset-aset di banyak pasar berkembang.

Dollar AS bergerak di dekat level terkuat dalam empat bulan terhadap yen di 107.50, sementara itu terhadap euro menyentuh level terendah sejak Maret di kisaran $1.0785.

Mata uang dollar telah menguat sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilu Presiden AS yang memicu aksi jual di dalam obligasi. Nilai obligasi bertenor 10 tahun berada di level terendah dalam 10 bulan pada hari Senin.

Berdasarkan data dari Bank of America Merrill Lynch, hanya dua hari penjualan merugikan lebih dari $1 triliun di seluruh pasar obligasi global, itu adalah yang terburuk dalam hampir 1 1/2 tahun.

Lonjakan di dalam yield obligasi AS mengancam akan menyedot dana keluar dari pasar berkembang, sementara itu resiko perang dagang antara Amerika Serikat dan China memperburuk kondisi di Asia.

askmisstrader

About askmisstrader

Jangan ragu untuk bergabung, berdiskusi dan berbincang bersama kami tentang dunia bisnis keuangan khususnya pialang berjangka. Akan ada banyak tips menarik dan analisa mendalam yang bukan sekadar curahan hati para trader tapi juga penuh dengan semangat untuk kemajuan.
Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty