Dollar AS Melemah Pasca Konferensi Pers Trump

By on January 12, 2017

Dolar AS lunglai terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Kamis (12/Jan) pagi ini pasca konferensi pers Trump. Donald Trump dianggap gagal mengungkapkan detail janji-janji kampanyenya untuk mendorong belanja fiskal dan pemotongan pajak.

Trump Tak Beri Petunjuk Yang Diharapkan

Presiden yang akan dilantik secara resmi pada tanggal 20 Januari mendatang tersebut bukannya menguraikan kebijakan pro pertumbuhannya, tetapi justru membahas masalah pribadinya dengan perusahaan farmasi dan badan intelijen AS.

Trump mencurigai adanya praktik yang mengingatkannya pada kasus Nazi Jerman dulu, menyusul laporan beberapa media AS yang menyebut bahwa Trump pernah tertangkap berkompromi dengan Rusia. Trump juga telah mengklarifikasi, menyangkal hal tersebut melalui kicauan di Twitter-nya.

Selain itu, Trump pun menyinggung kerja sama dengan Mexico dimana pemerintahannya akan akomodatif untuk bekerja sama, tetapi tak mengubah pandangannya untuk tetap mengenakan tarif perbatasan AS dan Mexico.

Terkait perkembangan bisnis di AS, Trump mengatakan bahwa akan ada pajak perbatasan mayor pada perusahaan-perusahaan yang keluar dari AS. Namun, detil aturan pajaknya tidak disampaikan. Isu-isu besar seperti kebijakan perdagangan, proyeksi stimulus fiskal, dan hubungan dengan China, sama sekali tak disinggung dalam jumpa pers di Trump Tower malam tadi.

Padahal, para ekonom, analis, dan investor sangat menanti uraian poin yang lebih luas tentang petunjuk penilaian ekonomi dan pasar tahun 2017 dari Trump. Akhirnya, konferensi pers malam tadi jelas tak menjawab apa yang mereka cari meski spekulasi yang muncul sudah sangat panas.

Dolar Terkapar

Oleh sebab itulah, Dolar tergelincir terhadap hampir semua mata uang mayor. EUR/USD diperdagangkan melonjak hingga 1.72 persen dari low harian sebelumnya. Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan di angka 1.0603, dari low 1.0493.

USD/JPY tampak merosot hingga 2.4 persen setelah konferensi pers tersebut dan diperdagangkan di posisi 114.74 pagi ini. Padahal kemarin, USD/JPY telah menyentuh level 116.

GBP/USD, yang dalam beberapa hari ini lebih memedulikan masalah Brexit pun turut bereaksi naik 2 persen, lepas landas dari level rendahnya. GBP/USD diperdagangkan pada angka 1.219 pagi ini.

Tanpa rincian mengenai stimulus fiskal atau kebijakan pajak, maka prediksi pertumbuhan AS masih belum jelas. Kondisi ini tampaknya cocok dengan ekspektasi analis yang dikutip oleh Financial Times kemarin.

askmisstrader

About askmisstrader

Jangan ragu untuk bergabung, berdiskusi dan berbincang bersama kami tentang dunia bisnis keuangan khususnya pialang berjangka. Akan ada banyak tips menarik dan analisa mendalam yang bukan sekadar curahan hati para trader tapi juga penuh dengan semangat untuk kemajuan.
Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty