Dolar Melandai Setelah Dukungan Untuk Trump Menguat

By on November 2, 2016

Dolar AS mengalami sesi terburuk setelah pengumuman perolehan hasil polling pemilu AS terbaru di mana kandidat dari partai Republik, Donald Trump, dan partai Demokrat, Hillary Clinton, menunjukkan persaingan ketat. Greenback terpantau melemah terhadap mata uang mayor lain, dibuktikan dengan Indeks Dolar yang melemah ke kisaran angka 97.680 pada Rabu pagi ini (2/11) dari 98.445 pada tanggal 31 Oktober lalu.

Skandal Email Mendorong Turunnya Suara Clinton

Poling yang dirilis oleh Washington Post-ABC hari Selasa kemarin menunjukkan, Donald Trump unggul satu poin dari Hillary Clinton, sejalan dengan menurunnya antusiasme untuk kandidat dari partai Demokrat ini. Sedangkan menurut polling rata-rata yang dirilis oleh Real Clear Politics, keunggulan Clinton terhadap Trump menurun menjadi hanya 2.2 persen, padahal dua minggu lalu unggul lebih dari 7 persen.

Kondisi tersebut terjadi setelah skandal menimpa Hillary Clinton menjelang pemilu presiden AS pekan depan. Hari Jumat lalu, Direktur FBI, James Comey mengatakan, FBI akan kembali membuka penyelidikan terkait kasus penggunaan server email pribadi Hillary Clinton saat ia masih menjabat menjadi Menteri Luar Negeri AS. Selain itu, FBI akan meneliti dan mengkaji apakah email tersebut memuat sebuah informasi rahasia atau tidak. Meski demikian, Direktur FBI belum mengungkapkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penyelidikan kasus ini.

Dolar AS Melemah

Menurut Valentin Marinov, seorang analis di Crédit Agricole, apabila capres Donald Trump memenangkan pemilu AS, diperkirakan dolar AS akan makin melemah sehubungan dengan Trump yang akan melakukan adaptasi pendekatan proteksionis terhadap perdagangan global. Ia juga menambahkan, adanya proteksi akan menyebabkan performa dolar AS terhadap euro dan yen menurun.

Meski penyebab utama melemahnya dolar AS adalah hasil polling pemilu presiden AS, mata uang rival dolar mampu menguat setelah rilis data ekonomi AS menunjukkan bahwa data construction spending untuk bulan September menurun tajam. Aktivitas manufaktur AS bulan Oktober pun mengalami peningkatan. Sementara itu, pelaku pasar kini masih menunggu hasil rapat kebijakan FOMC dan pengumuman suku bunga the Fed.

USD/JPY melandai 0.36 persen ke level 103.77, penurunan harian terbesar sejak 21 September. Sebelumnya, Yen sudah mengalami pelemahan setelah BoJ tidak mengubah tingkat suku bunga-nya. Sedangkan EUR/USD diperdagangkan naik ke 1.106.

Sementara itu, mata uang Peso Meksiko berada di level harga rendah yakni di 19,20. Pelemahan peso ini disebabkan potensi kemenangan Donald Trump dipandang sebagai risiko utama bagi mata uang Meksiko tersebut karena janji Trump yang akan mengawasi ketat perihal imigrasi dan mempertimbangkan kembali relasi perdagangan dengan Meksiko.

 

 

 

 

 

Sumber: seputarforex.com

askmisstrader

About askmisstrader

Jangan ragu untuk bergabung, berdiskusi dan berbincang bersama kami tentang dunia bisnis keuangan khususnya pialang berjangka. Akan ada banyak tips menarik dan analisa mendalam yang bukan sekadar curahan hati para trader tapi juga penuh dengan semangat untuk kemajuan.
Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty