ADRIAN MAULANA : 6 Tahun Baru Dapat Return Menarik

Selamat Pagi sahabat Askmisstrader! Kali ini, postingan Senin 2 April 2012 akan menampilkan profil seorang publik figur yang disela kesibukannya ternyata juga terlibat dalam bisnis finansial. Dia adalah Adrian Maulana. Bermuala dari keingintahuan, keseriusan dan kegigihan belajar secara bertahap, kemudian hingga sekarang ini sudah bisa dikatakan Adrian berhasil mengambil tuaian yang luar biasa dari bisnis yang ditekuninya tersebut. Berikut kisahnya.

Adrian Maulana ternyata punya kegiatan lain di luar kesibukannya sebagai artis dan bintang iklan. Tak hanya mendulang pulus dari bidang seni saja, namun dia juga membiarkan rupiah demi rupiah mengalir ke rekeningnya melalui bisnis saham yang ia geluti sejak beberapa waktu lalu. Alumnus Fakultas Teknik Universitas Trisakti itu mengenal pasar modal sejak tahun 2005. Awalnya pragawan ini menjadi seorang investor dari reksa dana. Dalam waktu dua tahun, aset investasinya di reksadana (saham dan campuran) meningkat 84%.

Perkembangannya dialaminya tersebut lantas membuatnya kian bersemangat untuk mengetahui isi portofolio reksa dana tersebut. Dia menjelaskan bahwa sebagian besar saham-saham tersebut berfundamental bagus serta memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Sejak 2007 lalu, ayah satu anak itu mulai membeli saham perusahaan secara langusng di pasar modal. Adrian memilii potofolio yang terdiri dari saham, reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap dan sedikit tabungan. Dia bertutur bahwa dulunya dia memiliki sebagian aset ORI dan deposito. Namun pasca terjun di bisnis saham, asetnya dialihkan untuk bisnis saham dan properti.

Meski dia mengakui resikoya cenderung agresif, sehingga dia cukup nyaman mengalokasikan sebagian besar investasi di saham. Berdasarkan pengalaman, Adrian memberikan sedikit tips yang mungkin saja diperlukan sebelum memulai berinvestasi. Pertama, sebaiknya tidak mempunyai utang konsumtif yang pada umumnya berbunga tinggi, misalnya kartu kredit. Kedua, memiliki cash flow yang harus positif. Ketiga, mempunyai proteksi diri dan keluarga dengan asuransi murni yang bukan unit link. Keempat, menentukan prioritas yang akan datang dan capailah dengan disiplin berinvestasi sesuai dengan tujuan dan jangka waktunya. Dari pengamalannya berbisnis di saham, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT. KSEI) mendaulat pria ini menjadi duta kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) guna mensosialisasikan penggunaan kartu AKSes kepada investor.

Adrian mengaku selama terjun  dalam bisnis saham, dirinya memang memiliki strategi tersendiri mengalokasikan dana investasi. Untuk periode jangka waktu kurang dari 1 tahun, menurutnya sebaiknya dana ditempatkan di tabungan, depodito atau reksa dana pasar uang. Adapun untuk jangka 1-3 tahun bisa dialikasikan ke ORI, reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran. Berbeda dengan jangka waktu 3-5 tahun, pengalikasiannya bisa ke reksa dana campuran, reksa dana saham atau membeli saham langsung. Kemudian untuk jangka waktu di atas 6 tahun, investasi di saham memberikan potensi return yang menarik. Dia juga menjelaskan bahwa dalam bisnis ini diperlukan sebuah pengetahuan dan juga keahlian dalam memilih perusahaan yang memiliki kinerja baik dan terus bertumbuh.

Namun Adrian berterus terang bahwa dirinya tidak bertransaksi menggunakan margin/leverage. Pertimbangan itu dilakukan lebih kepada masalah prinsip hidup dan kenyamanan pribadinya. Seperti yang kita tahu, menggunakan margin memang dapat memberikan potensi keuntungan yang berlipat ganda, tapi sekaligus juga kemungkinan kerugian yang berlipat pula.

HIGH RISK, HIGH RETURN. Semua pilihan di tangan Anda J

Sumber :

Advertisement

Comments are closed.